Post Page

Kisah Studi Banding Anggota DPR

Saya mendapat kisah unik dan umum terjadi pada anggota DPR di kala sedang studi banding ke luar negri, berikutĀ  cuplikannya :

Alkisah, di thn 2006, ada rombongan DPR yg “studi banding” ke Paris.

Aku saat itu diminta mendampingi mereka, krn salah seorg dr mreka ada om dari kawan dekatku.

Aku baru tahu klo mreka ke Paris memang tak bertujuan bertamasya.

Krn tak ada seorg pun dr mreka yg tanya ttg obyek wisata apa yg wajib dikunjungi di Paris.

Tapi… Mereka sangat tertarik utk belanja dan tanya tempat belanja murah barang lux dan parfum di Paris.

Sempat kaget saat di butik Cartier salah seorg di antara mreka tanya kpdku, “Mas, di antara 2 jam ini, mana yg paling bagus?”

Kagetku bukan krn lihat bandrol harga 1 jam senilai 2 thn beasiswaku…

Tp krn aku jawab dgn lugu, “Bagus dua-duanya Pak” dan diikuti tindakan si Bpk yg lgsg beli keduanya, tanpa mikir.

Kado 2 jam tangan setara 4 tahun Beasiswa Pemerintah Perancis (BGF) itu diberikan utk istri tercintanya. Luar biasa!

Hari itu butik Cartier di ujung jalan Champs Elysees, Paris, langsung laris manis.

Sang penjaga butik berbisik kepadaku, “Quel riche votre pays, Monsieur!”. Aku tersenyum kecut.
(Quel riche votre pays, Monsieur = Negara anda kaya sekali, Tuan!)

Hari itu kita sa’i sepanjang jalan Champs Elysees. Tentu! Tentu saja, pusat LV di sana tak terlewatkan!

Tp yg menarik, mreka ini sbenarnya tdk tlalu boros jg lho. Krn pas belanja, yg ditanya pertama adlh ada diskon atau minimal tax free-nya ga.

Mreka utk makan pun sangat berhemat lho! Milihnya makan di Quick dgn menu mahasiswa, 1 menu dpt 2 Giant Burger.

Minumnya pun mreka berhemat! Botol minum air mineral mreka diisi ulang air keran di hotel. Ya, air keran Paris bisa diminum&rasanya segar!

Nah, utk belanja parfum, mreka ke butik Marionnaud, Champs Elysees. Krn di situ ada tax free 17,5% + bonus parfum kecil,kosmetik,dll.

Di Marionnaud itu pun bbrp di antara mreka ada yg maksa aku utk nawar harga agar mrk dikasih lbh murah lagi, krn belanja banyak.

Dgn berat hati, aku turutin kemauan mreka walaupun aku yakin bhw butik smacam Marionnaud harganya tetap.

Benar saja, sang penjaga toko bilang klo itu harga pas. Aku sampaikan hal itu kpd mreka.

Sialnya, ada yg ga percaya dan maksain diri dgn bhs Inggris mreka yg terbatas utk tanya lgsg sambil pegang2 “nakal” si Mbak penjual.

Aku cuma misuh dlm hati, “Jancuk, raimu Cuk! Koen wakil rakyatku Cuk!”

Benar saja spt dugaanku, si Mbak penjual itu marah dan merasa dilecehkan. Dia lgsg bentak, “Monsieur, je pourrai vous porter plainte!”

Dlm hati aku bergumam, “Biar tahu klo di Paris, perempuan muda, cantik&berpenampilan sexy dgn belahan baju rendah, bkn berarti dia murahan!”

Kepala rombongan mreka pun minta maaf atas kelakuan “genit” salah 1 anggotanya. Stlh itu mreka buru2 bayar&keluar butik.

Stelah lelah belanja, mreka minta aku temani pulang ke Hotel Ibis Cambronne. Tak jauh dari Kantor UNESCO.

Dlm perjalanan pulang itu, ada salah 1 di antara mrk yg memintaku utk carikan dia pelacur, perempuan perancis.

Sang ketua rombongan sambil ngeledek bilang ke anggotanya yg cari pelacur itu bgini, “Loh, emangnya Bapak bisa bhs prancis?”

Si Bapak yg diledek itu dgn wajah mesum lgsg jawab bgini, “Kalau utk nge-sex khan ga butuh bisa bahasanya Pak. Malah di situ letak seninya”.

Si Bapak tadi lgsg tanya lagi kpdku, “Mas, di Paris ga ada smacam Red Light spt di Amsterdam atau Den Haag yaa?”

Aku jawab, “Ga ada Pak, krn di Paris lokalisasi atau mengorganisir pelacuran itu kriminal”.

Trus si Bpk itu lgsg nyeletuk, “Wah payah, ga asyik nih Paris! Tp, klo live show atau kabaret dgn pakaian sexy tanpa nge-sex ada khan Mas?”

Aku bilang ada di daerah Moulin Rouge, tapi klo yg berkelas dan biasanya dikunjungi menteri2 tmsk mantan Mendiknas, itu di Lido.

Si Bpk itu matanya berbinar, trus lgsg ngomong, “Klo gitu, malam ini antar saya ke Lido yaa Mas”.

Aku lgsg menolak dan menyarankan si Bapak itu utk dtg sendiri ke Lido pas midnight naik taxi. Stlh itu aku lgsg pulang ke apartemenku.

Paginya, omnya kawanku meminta maaf utk kelakuan kawannya dan sekaligus minta kesediaanku utk menemani mreka lagi.

Ya udah, krn aku msh memandang perkawananku dgn keponakannya, aku pun bersedia

 

Sumber dari Kaskus.US

Leave a Reply

Hello, Hit the button if you sure about what you are saying...